top of page

Permintaan Rumah Subsidi di Serang Tumbuh 15 Persen

  • Gambar penulis: Erfendi
    Erfendi
  • 5 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
Kawasan Perumahan Sederhana
Kawasan Perumahan Sederhana

Jakarta, JPI - Pasar rumah subsidi di Serang menunjukkan ketahanan yang solid. Vista Land Group mencatat pertumbuhan penjualan sekitar 15% pada kuartal I/2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Manager Business Development Vista Land Group, Arif Budiman Suselo, menyebut peningkatan ini didorong oleh tingginya kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), yang relatif tidak terpengaruh oleh dinamika global.


“Permintaan tetap kuat karena rumah merupakan kebutuhan dasar, khususnya bagi MBR,” ujarnya.


Proyek Besar Dorong Penyerapan Pasar


Di Serang, Vista Land Group mengembangkan dua proyek utama, yakni Puri Harmoni Indah untuk segmen subsidi dan Bukit Mas Residence untuk segmen komersial.


Puri Harmoni Indah dibangun di atas lahan 30 hektare, dengan tahap awal pengembangan seluas 15 hektare yang menargetkan 1.328 unit rumah subsidi. Hingga kini, sekitar 750 unit telah terbangun, dengan 650 unit telah melalui akad kredit dan tingkat hunian mencapai 70%.


Sementara itu, proyek Bukit Mas Residence yang menyasar segmen menengah hampir terserap pasar, dengan harga unit berkisar Rp350 juta hingga Rp800 juta.


Kendala Klasik: Akses Pembiayaan


Meski permintaan tinggi, tantangan utama masih terletak pada akses pembiayaan, khususnya terkait riwayat kredit calon pembeli.


Arif menjelaskan, banyak calon konsumen terkendala hasil BI Checking akibat pinjaman online maupun kredit bermasalah. Namun, perbankan masih memberikan fleksibilitas bagi debitur yang telah melunasi kewajibannya.


Peran Perbankan Dorong Inklusi


Bank Central Asia (BCA) menjadi salah satu institusi yang aktif mendorong pembiayaan melalui skema KPR Sejahtera.


Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, menyatakan bahwa perseroan mendukung program 3 juta rumah melalui pembiayaan mandiri tanpa mengandalkan subsidi pemerintah.


Skema ini menawarkan uang muka ringan, bunga tetap sekitar 5%, serta tenor panjang dengan cicilan yang kompetitif, bahkan untuk segmen masyarakat berpenghasilan tanggung (MBT).


Pasar Masih Luas, Target Ditingkatkan


Direktur Vista Land Group, Esther Kristiany Hadi, optimistis pasar rumah subsidi di

Serang masih sangat besar dan belum mencapai titik jenuh.


Tahun ini, perusahaan menargetkan pembangunan hingga 5.000 unit rumah, baik subsidi maupun komersial.


Menurutnya, kepemilikan rumah tetap menjadi prioritas utama masyarakat ketika kondisi ekonomi membaik.


“Rumah biasanya menjadi aset pertama yang dibeli ketika daya beli meningkat,” ujarnya.


Sinyal Ketahanan Sektor Perumahan


Pertumbuhan dua digit di tengah tekanan global menjadi indikator bahwa segmen rumah subsidi memiliki daya tahan tinggi dibandingkan segmen lain.


Dengan backlog perumahan yang masih besar, serta dukungan pembiayaan dari perbankan, sektor ini diperkirakan tetap menjadi penopang utama pasar properti nasional dalam jangka menengah.


 
 
 

Komentar


bottom of page