top of page

KUR Perumahan Tembus Rp14,2 Triliun

  • Gambar penulis: Erfendi
    Erfendi
  • 5 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
Kawasan Peumahan
Kawasan Peumahan

Jakarta, JPI - Pemerintah mencatat percepatan signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan. Hingga 29 April 2026, realisasi penyaluran telah mencapai Rp14,2 triliun atau setara 41,3% dari total plafon Rp34,4 triliun.


Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Sri Haryati, menyebut lonjakan tersebut didorong oleh tingginya permintaan pasar, baik dari sisi pengembang maupun masyarakat.


“Permintaan yang masuk sangat tinggi, sehingga mendorong percepatan penyaluran secara signifikan,” ujarnya.


Plafon Naik, Permintaan Melonjak


Awalnya, alokasi KUR perumahan hanya ditetapkan sebesar Rp29,5 triliun untuk sekitar 60.122 debitur. Namun, tingginya animo pasar mendorong peningkatan plafon menjadi Rp34,4 triliun.


Kondisi ini menunjukkan bahwa KUR perumahan mulai menjadi instrumen pembiayaan yang semakin relevan, terutama dalam mendukung sektor konstruksi dan kepemilikan rumah.


Bank BUMN Dominasi Penyaluran


Dari sisi penyaluran, Bank Rakyat Indonesia mencatatkan porsi terbesar dengan kontribusi mencapai 57% atau sekitar Rp8,1 triliun.


Sementara itu, Bank Tabungan Negara dan Bank Negara Indonesia menyusul sebagai penyalur utama berikutnya.


Dominasi bank BUMN ini mempertegas peran mereka sebagai motor utama dalam pembiayaan sektor perumahan nasional.


Pulau Jawa Masih Jadi Motor Utama


Secara regional, penyaluran KUR perumahan masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Jawa Tengah memimpin dengan 18.812 debitur dan nilai Rp3,2 triliun.

Disusul Jawa Timur dengan 13.794 debitur senilai Rp2,3 triliun, serta Jawa Barat sebanyak 11.634 debitur dengan nilai serupa Rp2,3 triliun.


Di luar Jawa, Sulawesi Selatan mencatat penyaluran terbesar dengan Rp613 miliar, diikuti Bali sebesar Rp543 miliar.


Dukungan untuk Program 3 Juta Rumah


KUR perumahan menjadi bagian penting dalam mendukung program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah.


Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa total alokasi KUR untuk sektor perumahan mencapai Rp130 triliun.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp117 triliun dialokasikan untuk modal kerja pengembang, sementara Rp13 triliun ditujukan bagi masyarakat untuk renovasi rumah.


Indikasi Permintaan Tetap Kuat

Percepatan penyaluran ini menjadi sinyal bahwa permintaan pembiayaan sektor perumahan masih tinggi, terutama di tengah upaya pemerintah mendorong akses hunian yang lebih luas.


Dengan realisasi yang sudah melampaui 40% dalam empat bulan pertama, pemerintah membuka peluang untuk kembali meningkatkan target penyaluran jika tren permintaan tetap terjaga.


 
 
 

Komentar


bottom of page