Gudang Logistik Makin Sesak, Okupansi Tembus 95,8 Persen
- Erfendi
- 14 Apr
- 2 menit membaca

JAKARTA, JPI - Sektor properti logistik tampil sebagai subsektor paling agresif di awal 2026. Tingginya permintaan dari industri e-commerce dan logistik pihak ketiga (3PL) di tengah keterbatasan pasokan membuat tingkat hunian gudang di kawasan Jabodetabek melonjak signifikan.
Berdasarkan data Colliers Indonesia, rata-rata okupansi gudang logistik di wilayah tersebut telah mencapai 95,8 persen pada kuartal I/2026, menandakan semakin terbatasnya ruang kosong di pasar.
Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, menyebut kondisi ini sebagai indikasi kuat bahwa sektor logistik tengah berada dalam fase ekspansi yang sangat cepat.
“Gudang hampir penuh, tingkat hunian sudah menembus 95,8%. Sementara pasokan terbatas, permintaan justru terus meningkat,” ujarnya.
Koridor Timur Jadi Primadona
Jika ditelusuri lebih dalam, tingkat hunian di berbagai koridor industri utama menunjukkan tren yang sama kuatnya. Koridor Barat mencatat okupansi tertinggi hingga 98%, diikuti Koridor Selatan sekitar 96%, serta Koridor Utara di atas 90%.
Sementara itu, kawasan Timur Jakarta seperti Bekasi hingga Karawang menjadi wilayah paling padat, dengan tingkat hunian yang hampir menyentuh 100%.
“Di koridor Timur, okupansi naik dari sekitar 95% pada 2019 menjadi hampir penuh di 2026. Ini menunjukkan tekanan permintaan yang sangat tinggi di wilayah tersebut,” jelas Ferry.
Dominasi kawasan Timur juga tercermin dari rencana penambahan pasokan baru yang diproyeksikan mencapai sekitar 644.261 meter persegi hingga 2029, dengan total stok eksisting saat ini sudah mencapai sekitar 2,2 juta meter persegi.
Di sisi lain, koridor Selatan yang mencakup Cibinong hingga Bogor diperkirakan akan mendapatkan tambahan sekitar 80.000 meter persegi, sementara koridor Barat sekitar 22.000 meter persegi dalam beberapa tahun ke depan.
Harga Sewa Stabil, Permintaan Terus Naik
Keterbatasan pasokan juga berdampak pada harga sewa yang cenderung stabil dengan pertumbuhan moderat sekitar 2% per tahun.
Meski kenaikan tidak terlalu agresif, tren ini menunjukkan pasar berada dalam kondisi sehat dengan permintaan yang kuat dan berkelanjutan.
E-commerce dan Industri Baru Jadi Motor
Lonjakan permintaan gudang logistik tidak lepas dari pertumbuhan pesat transaksi e-commerce. Nilai pasar e-commerce Indonesia diproyeksikan meningkat dari sekitar US$56,8 miliar pada 2025 menjadi US$76,6 miliar pada 2029.
Selain itu, kemunculan sektor baru seperti kendaraan listrik (EV) dan energi terbarukan turut memperkuat prospek jangka panjang sektor logistik.
Dengan kombinasi permintaan yang terus meningkat dan pasokan yang terbatas, sektor properti logistik diperkirakan akan tetap menjadi salah satu pilar pertumbuhan utama industri properti dalam beberapa tahun ke depan.




Komentar