Pengembang Gencar Investasi di Tangerang, Kota Satelit Makin Diminati
- Erfendi
- 13 Jan
- 2 menit membaca

Jakarta, JPI - Pengembang perumahan semakin agresif mengalihkan investasi ke kawasan penyangga Jakarta, khususnya Tangerang, seiring keterbatasan lahan di ibu kota yang kian padat. Wilayah seperti Kota Tangerang dan Tangerang Selatan kini berkembang menjadi pusat hunian dan aktivitas ekonomi baru melalui kehadiran kota-kota mandiri yang dikelola pengembang swasta.
Sejumlah kawasan seperti Bintaro Jaya, Alam Sutera, BSD City, hingga Gading Serpong terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Kota-kota satelit ini menawarkan konsep hunian terintegrasi dengan fasilitas lengkap, mulai dari pusat pendidikan, layanan kesehatan, area komersial, hingga ruang terbuka hijau, yang mendukung kenyamanan hidup penghuninya.
Salah satu contoh adalah Gading Serpong yang memiliki luas sekitar 2.000 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai kota terpadu dengan basis ekonomi yang kuat, di mana fungsi hunian, pusat bisnis, dan ruang interaksi sosial saling terhubung dalam satu perencanaan besar.
Selain hunian, Gading Serpong juga berkembang sebagai kawasan komersial dengan beragam blok rumah toko (ruko) dan pusat aktivitas bisnis. Pertumbuhan fasilitas ini sejalan dengan meningkatnya jumlah penghuni yang kini telah melampaui 120.000 jiwa.
Country Head konsultan properti JLL Indonesia, Farazia Basarah, menyebut bahwa segmen properti komersial masih akan menjadi penopang utama kinerja pasar properti pada tahun-tahun mendatang. Menurutnya, meski aktivitas pasar cenderung moderat, prospek kawasan penyangga Jakarta tetap menjanjikan.
āMeskipun aktivitas relatif moderat, tren permintaan dan ekspansi di wilayah penyangga Jakarta menunjukkan perkembangan yang cukup solid,ā ujar Farazia dalam Media Briefing The Next Chapter of Indonesia Real Estate, Oktober 2025, dikutip Selasa (13/1/2026).
Ia menambahkan, kawasan pinggiran kota semakin diminati karena mampu menawarkan keseimbangan antara kualitas hidup dan potensi investasi jangka panjang. Dukungan infrastruktur yang terus berkembang juga membuat kawasan suburban diprediksi akan menjadi pilihan utama hunian di masa depan.
āTren ini menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat dan investor dalam menyusun strategi kepemilikan properti. Kawasan suburban menawarkan peluang investasi yang menarik dengan risiko yang relatif terukur,ā katanya.
Sejalan dengan itu, Gading Serpong terus memperluas ekosistemnya. Hingga kini, lebih dari 40 klaster hunian telah dihuni, didukung fasilitas umum yang lengkap, transportasi terintegrasi, serta jaringan boulevard yang mampu menampung lebih dari 15.000 kendaraan per jam. Tingkat okupansi area bisnis di kawasan ini juga tercatat tinggi.
Salah satu pengembangan yang menonjol adalah kawasan Maggiore, yang digarap Paramount Land dan dikenal sebagai pionir destinasi kuliner di sisi selatan Gading Serpong. Kawasan ini telah diisi ratusan unit usaha, mulai dari supermarket, restoran, kedai kopi, hingga pusat kebugaran.
Direktur Sales & Marketing Paramount Land, Chrissandy Dave, mengatakan tingginya minat pasar terhadap area komersial di Gading Serpong tercermin dari penjualan yang solid. Menurutnya, konsep kawasan terpadu yang menggabungkan fresh market, pusat kuliner, dan ruko menjadi daya tarik tersendiri bagi investor maupun pelaku usaha.
āLokasi yang strategis, captive market dari hunian di sekitarnya, serta konektivitas yang baik membuat unit komersial cepat terserap,ā ujarnya.
Ia menambahkan, perusahaan selalu melakukan riset pasar secara komprehensif sebelum meluncurkan produk baru. Pada awal 2026, Paramount Land juga berencana menghadirkan area komersial dengan konsep terbaru untuk menjawab kebutuhan pasar yang terus berkembang.




Komentar