ASPRUMNAS Bidik 50.000 Rumah Subsidi pada 2027, Menteri Ara: Jaga Kualitas dan Integritas
- Erfendi
- 21 Jul
- 2 menit membaca

JAKARTA, JPI – Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (ASPRUMNAS) menargetkan pembangunan 50.000 unit rumah subsidi pada 2027 sebagai bentuk dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintah. Target tersebut meningkat tajam dibandingkan capaian sebelumnya dan menjadi bagian dari upaya organisasi memperbesar kontribusi dalam penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Komitmen tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASPRUMNAS, M. Syawali, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 sekaligus Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ASPRUMNAS 2026 di Jakarta, Senin (20/7).
Menurut Syawali, target pembangunan 50.000 unit rumah subsidi merupakan langkah strategis organisasi untuk meningkatkan kapasitas sekaligus memperkuat peran pengembang nasional dalam mendukung agenda penyediaan perumahan rakyat.
"Tahun depan kami menargetkan pembangunan 50.000 unit rumah subsidi. Ini menjadi lompatan besar bagi ASPRUMNAS dan mencerminkan komitmen kami untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap program perumahan pemerintah," ujarnya.
Ia menjelaskan, target tersebut meningkat sekitar lima kali lipat dibandingkan target sebelumnya atau setara dengan kenaikan sekitar 500 persen. Untuk merealisasikannya, ASPRUMNAS akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), perbankan, serta seluruh pemangku kepentingan di sektor perumahan.
Menurut Syawali, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan rumah subsidi berjalan lebih cepat, efisien, dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada pemerintah atas berbagai kebijakan yang diterbitkan dalam setahun terakhir untuk mempercepat kepemilikan rumah bagi MBR. Berbagai insentif dan penyederhanaan regulasi dinilai telah memberikan dampak positif, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha di sektor perumahan.
Kebijakan tersebut antara lain mencakup perluasan akses pembiayaan rumah bersubsidi, penyederhanaan proses administrasi, hingga program sertifikasi tanah gratis bagi pembeli rumah subsidi yang dinilai mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperlancar proses transaksi.
"Kami mengapresiasi berbagai kebijakan yang telah diterbitkan pemerintah. Langkah-langkah tersebut sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sekaligus memberikan kepastian bagi para pengembang dalam menjalankan usaha," katanya.
Syawali menegaskan, seluruh jajaran pengurus ASPRUMNAS di tingkat daerah telah diminta meningkatkan kinerja agar target pembangunan rumah subsidi pada 2027 dapat tercapai.
Ia optimistis, melalui penguatan organisasi, dukungan kebijakan pemerintah, serta kolaborasi yang semakin erat dengan BP Tapera, perbankan, dan pelaku industri, ASPRUMNAS mampu menjadi salah satu kontributor utama dalam menyukseskan Program 3 Juta Rumah.
"ASPRUMNAS siap mendukung target yang telah ditetapkan pemerintah. Kami akan bekerja lebih keras agar semakin banyak masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau," pungkasnya.




Komentar