Pengembang Kota Mandiri di Tangerang, Targetkan Marketing Sales Rp5,5 Triliun pada 2026
- Erfendi
- 4 Mar
- 2 menit membaca

TANGERANG, JPI - Pengembang kawasan Gading Serpong, Paramount Land, membidik marketing sales sebesar Rp5,5 triliun pada 2026. Target tersebut dicanangkan setelah perusahaan melakukan penyesuaian target pada tahun sebelumnya di tengah kondisi pasar yang menantang.
Presiden Direktur Paramount Land, M Nawawi, mengungkapkan bahwa hingga dua bulan pertama 2026, perseroan telah membukukan marketing sales sebesar Rp500 miliar. Capaian awal tahun ini menjadi fondasi optimisme perusahaan dalam mengejar target tahunan.
Salah satu katalis utama yang diharapkan mendongkrak penjualan adalah beroperasinya akses tol langsung menuju kawasan Paramount Petals di Jalan Tol JakartaāTangerang KM 25. Akses tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026.
Dengan berfungsinya tol tersebut, Paramount Land berencana meluncurkan sejumlah produk hunian baru di Paramount Petals, termasuk segmen premium dengan harga di atas Rp3 miliar per unit. āLangkah ini diharapkan menjadi pendorong utama marketing sales pada 2026 senilai Rp5,5 triliun,ā ujar Nawawi, Jumat (27/2/2026).
Selain mengandalkan penjualan residensial dan komersial, perusahaan juga terus memperbesar porsi pendapatan berulang (recurring income). Tahun ini, Paramount Land menargetkan pertumbuhan recurring income sekitar 3% per tahun. Saat ini, kontribusi pendapatan berulang telah mencapai sekitar 19% dari total pendapatan perusahaan.
Untuk mendukung pengembangan kawasan dan meningkatkan daya saing proyek, perseroan menganggarkan belanja modal (capex) sebesar Rp1 triliun pada 2026.
Anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan proyek baru serta peningkatan fasilitas kota di berbagai kawasan pengembangan.
Sebagai gambaran, sepanjang 2025 Paramount Land mencatat realisasi marketing sales sebesar 95% dari target revisi Rp4,5 triliun. Meski demikian, manajemen mengakui tahun lalu merupakan periode penuh tantangan.
Pada semester I/2025, perusahaan bahkan menunda peluncuran sejumlah produk yang telah siap secara desain dan perencanaan karena mempertimbangkan momentum pasar. āSemester I banyak produk yang kami batalkan peluncurannya karena belum menemukan momentum yang tepat. Bisa jadi ada ketidaksesuaian antara produk dengan selera pasar,ā kata Nawawi.
Sepanjang 2025, Paramount Land mencatat serah terima 1.250 unit serta penjualan 800 unit hunian dan produk komersial.
Dengan strategi peluncuran produk baru yang ditopang infrastruktur tol serta penguatan recurring income, Paramount Land optimistis dapat mengakselerasi penjualan pada 2026 sekaligus memperkuat posisi di koridor pertumbuhan Serpong dan sekitarnya.




Komentar