top of page

Bidik Swasembada Papan 2045, Program 3 Juta Rumah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

  • Gambar penulis: Erfendi
    Erfendi
  • 1 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
Kawasan Perumahan
Kawasan Perumahan

JAKARTA, JPI - Pemerintah menargetkan tercapainya swasembada papan pada 2045 sebagai salah satu pilar utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Visi tersebut dinilai menjadi bagian penting dari strategi besar pembangunan Indonesia Emas 2045.


Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan target swasembada papan sejalan dengan program pembangunan 3 juta rumah yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.


Menurut Hashim, gagasan besar mengenai kemandirian sektor perumahan sebenarnya telah dirintis sejak era Soemitro Djojohadikusumo menjabat Menteri Keuangan dalam Kabinet Wilopo-Prawoto.


Peta Konsep: Swasembada Papan 2045


Hashim menyebut upaya tersebut merupakan pekerjaan lintas generasi yang kini kembali dipercepat melalui orkestrasi Satgas Perumahan bersama kementerian, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.


“Fokus utama kami adalah memastikan program 3 juta rumah benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Hashim dalam acara peluncuran dan bedah buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 karya Fahri Hamzah di Menara 2 BTN, Kamis (21/5/2026).


Sementara itu, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah menilai program 3 juta rumah bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bagian dari transformasi bangsa berskala besar untuk memperbaiki struktur sosial dan mengurangi ketimpangan kepemilikan rumah.


Ia mengungkapkan Indonesia masih menghadapi backlog perumahan sekitar 10–12 juta unit, sementara sekitar 20 juta warga masih tinggal di rumah tidak layak huni (RTLH).


Skala Tantangan Perumahan Nasional


“Swasembada papan adalah harga mati jika kita ingin membangun fondasi sosial dan ekonomi masyarakat yang kuat di masa depan,” kata Fahri.

Ia juga menekankan pentingnya pengendalian tanah dan tata ruang sebagai fondasi utama pembangunan hunian rakyat yang berkelanjutan.


Peran BTN dalam Mewujudkan Swasembada Papan


Menanggapi target tersebut, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) Nixon LP Napitupulu menyatakan perseroan siap mengawal peta jalan menuju swasembada papan 2045.


Menurut Nixon, BTN tengah menyiapkan strategi pembiayaan inklusif agar akses hunian dapat menjangkau masyarakat dari berbagai lapisan, baik pekerja formal maupun informal.


“Kami menyusun peta jalan strategis agar tidak ada masyarakat yang tertinggal. Sinergi antara Satgas Perumahan, kementerian, dan BTN menjadi kunci mewujudkan Swasembada Papan 2045,” ujar Nixon.


Salah satu solusi yang disiapkan BTN adalah skema pembiayaan rumah dengan tenor panjang hingga 20, 30, bahkan 40 tahun agar cicilan tetap terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


Namun demikian, Nixon mengakui tantangan terbesar sektor perumahan saat ini adalah mencari sumber pendanaan jangka panjang dengan biaya murah agar beban cicilan tidak terlalu berat bagi masyarakat.


“Definisi murah bisa berbeda-beda, tetapi bagi BTN indikator utamanya adalah keterjangkauan. Tantangannya adalah bagaimana merancang instrumen pembiayaan yang membuat cicilan rumah tetap realistis bagi rakyat,” jelasnya.


Faktor Kunci Mencapai Swasembada Papan 2045


  • Percepatan program 3 juta rumah.

  • Penataan tanah dan tata ruang yang lebih efektif.

  • Pembiayaan jangka panjang yang terjangkau.

  • Kolaborasi lintas kementerian dan sektor swasta.

  • Pengembangan kawasan hunian terintegrasi berbasis transportasi publik.


Peluncuran buku Indonesia Menuju Swasembada Papan 2045 menjadi momentum untuk memperkuat diskusi mengenai masa depan perumahan Indonesia, sekaligus menegaskan bahwa penyediaan hunian layak merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.


 
 
 

Komentar


bottom of page