Suntikan Likuiditas Rp200 Triliun Dinilai Bisa Dongkrak Ekosistem Properti dan Industri Turunannya
- Erfendi
- 18 Nov 2025
- 1 menit membaca

JAKARTA, JPI - Kebijakan pemerintah mengalihkan dana sebesar Rp200 triliun ke bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) diperkirakan memberi dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi, khususnya sektor properti dan industri turunannya. Para pengembang menilai injeksi likuiditas tersebut akan menggerakkan rantai pasok dan mendorong kegiatan sektor riil secara lebih luas.
Presiden Direktur Paramount Enterprise, M. Nawawi, mengatakan ragam stimulus yang digulirkan pemerintah sepanjang 2025 berpotensi memberikan prospek positif bagi industri properti hingga tahun depan.
āKami melihat kucuran dana ke perbankan Himbara akan sangat membantu berbagai pihak yang terlibat langsung dalam industri, mulai dari kontraktor, pemasok material, hingga vendor,ā ujar Nawawi, Kamis (14/11/2025).
Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) juga menilai kebijakan tersebut dapat menjadi dorongan baru bagi sektor properti. Menurut asosiasi, manfaat kebijakan akan optimal jika dana benar-benar disalurkan ke sektor riil, terutama pembiayaan perumahan.
Dari sudut pandang pengembang, akses terhadap Kredit Usaha Rakyat (KUR)Ā dapat menjadi tambahan modal pembangunan. Sementara itu, konsumen akan terbantu melalui ketersediaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR)Ā yang lebih terjangkau.
Pelaku industri meyakini, ketika sektor properti kembali menggeliat, dampaknya akan mengalir ke berbagai sektor terkait seperti industri bahan bangunan, besi, semen, dan manufaktur produk penunjang konstruksi.
Ketua Bidang Properti dan Infrastruktur Perkumpulan Lintas Profesi Indonesia (PLPI), Jhon Riyanto, menekankan bahwa kebijakan ini idealnya tidak hanya mendorong peningkatan konsumsi jangka pendek. Pemerintah dinilai perlu melengkapinya dengan strategi yang memperkuat investasi jangka panjang.
Salah satunya melalui pengembangan instrumen investasi properti seperti Dana Investasi Real Estat (DIRE)Ā atau Real Estate Investment Trusts (REITs).
Menurutnya, kombinasi antara kebijakan konsumsi melalui likuiditas Rp200 triliun dan penguatan investasi melalui REIT maupun sovereign wealth fund dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih produktif, inklusif, dan berkelanjutan.




Komentar