Royal Key 2026 Diluncurkan, Sinar Mas Land Bidik Penjualan Rp3,6 Triliun
- Erfendi
- 27 Jan
- 2 menit membaca

BSD CITY, JPI - Sinar Mas Land kembali melanjutkan National Sales Program Royal Key pada 2026 sebagai strategi untuk mendongkrak kinerja penjualan properti sepanjang tahun ini. Melalui program tersebut, perseroan membidik nilai penjualan hingga Rp3,6 triliun.
Deputy Group CEO Strategic Development and Asset Sinar Mas Land Herry Hendarta mengatakan, Royal Key dirancang sebagai program penjualan nasional yang memberikan manfaat ganda, baik bagi konsumen maupun bagi pencapaian target pemasaran perusahaan.
“Program Royal Key ini kami targetkan dapat berkontribusi sekitar Rp3,6 triliun terhadap marketing sales Sinar Mas Land sepanjang tahun 2026,” ujar Herry dalam agenda MoU Signing & Press Conference Grand Launching SML National Program 2026 di BSD City, Kamis (22/1/2026).
Dalam program Royal Key, Sinar Mas Land menawarkan beragam insentif, mulai dari diskon hingga 25%, subsidi uang muka (down payment/DP) hingga 15%, serta bebas biaya iuran pengelolaan lingkungan (IPL) hingga satu tahun untuk pembelian unit apartemen. Selain itu, konsumen juga berkesempatan memperoleh voucher potongan harga hingga 10% serta pembebasan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).
Sementara itu, Chief of Corporate Sales and Marketing Sinar Mas Land Dina Asmahani menyampaikan, total unit ready stock yang masuk dalam program Royal Key 2026 mencapai sekitar 1.400 unit.
Unit-unit tersebut tersebar di berbagai proyek Sinar Mas Land, antara lain BSD City, Banjarwijaya, Kota Wisata, Legenda Wisata, Wisata Bukit Mas, serta Klaska di Surabaya. Untuk segmen apartemen, proyek yang berpartisipasi mencakup Elements, Southgate, dan Aerium di Jakarta, Grand City di Balikpapan, serta Nuvasa Bay di Batam.
Selain itu, Royal Key 2026 juga melibatkan dua proyek baru, yakni township Rancamaya dan Royal Tajur yang berlokasi di Bogor.
Sebagai informasi, sebelumnya Sinar Mas Land melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) menargetkan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp10 triliun sepanjang 2025. Hingga Kuartal III/2025, BSDE telah membukukan marketing sales sebesar Rp7,10 triliun, atau sekitar 71% dari target tahunan.
Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyebutkan, capaian tersebut tumbuh sekitar 4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Hal ini mencerminkan permintaan pasar properti yang masih terjaga,” ujarnya.




Komentar