Realisasi FLPP 82,9 Persen, BP Tapera Ungkap Kendala Pasokan
- Erfendi
- 9 Jan
- 1 menit membaca

JAKARTA,JPI - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penyaluran rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang 2025 mencapai Rp29,2 triliun. Angka tersebut setara dengan 82,9% dari total pagu anggaran sebesar Rp34,64 triliun.
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono mengatakan, penyaluran FLPP merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi APBN dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Ini kontribusi APBN terhadap perumahan bagi MBR. Dari pagu Rp34,64 triliun, realisasi program KPR FLPP mencapai Rp29,20 triliun,” ujarnya dalam Konferensi Pers APBN Kita, seperti dikutip bisnis.com, Kamis (8/1/2026).
Dari sisi jumlah unit, total rumah subsidi yang tersalurkan sepanjang 2025 tercatat sebanyak 278.868 unit, atau belum mencapai kuota yang disediakan sebanyak 350.000 unit.
Sebelumnya, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menjelaskan bahwa belum optimalnya serapan kuota tersebut bukan disebabkan lemahnya permintaan, melainkan terbatasnya pasokan.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyebut minat masyarakat terhadap rumah subsidi sebenarnya cukup tinggi. Namun, kemampuan pengembang dalam menyediakan unit masih menjadi tantangan utama.
“Permintaan sebenarnya tinggi, tetapi potensi suplai yang masih sulit. Matching antara supply dan demand itu yang menjadi tantangan,” jelas Heru.
Untuk tahun 2026, BP Tapera menargetkan penyaluran FLPP sebanyak 285.000 unit rumah. Total kebutuhan dana yang disiapkan mencapai Rp37,1 triliun.




Komentar