top of page

Pengembang Soroti Keterbatasan Lahan sebagai Tantangan Ekspansi Properti


JAKARTA, JPI - PT Ciputra Development Tbk. (CTRA) menyampaikan bahwa keterbatasan lahan menjadi tantangan utama dalam ekspansi sektor properti ke depan. Direktur CTRA, Budiarsa Satrawinata, mengatakan upaya menambah suplai hunian tidak terlepas dari isu ketersediaan dan akses lahan yang semakin terbatas.


“Tantangannya tentu dalam upaya meningkatkan suplai, salah satunya adalah keterbatasan lahan serta akses terhadap lahan yang akan dikembangkan,” ujar Budiarsa dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (27/11/2025).


Meski demikian, ia menilai tantangan tersebut masih dapat diatasi selama proses perizinan dan pengembangan mengikuti ketentuan yang berlaku. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan lahan perlu mendapat perhatian lebih dari pemerintah, terutama di wilayah dekat pusat kota.


Menurutnya, apabila suplai hunian bergeser semakin jauh dari pusat aktivitas, masyarakat justru akan menanggung biaya transportasi yang lebih besar. Untuk itu, ia berharap dukungan pemerintah tidak hanya berupa kebijakan pembiayaan, tetapi juga dukungan fisik terkait pengembangan kawasan dan aksesibilitas.


“Selain insentif pembiayaan, pemerintah juga perlu memberikan dukungan fisik terhadap proyek agar pengembang dapat mempercepat penyediaan hunian,” tambahnya.


Sebelumnya, Realestat Indonesia (REI) juga mengungkapkan adanya investasi sektor properti senilai Rp34,5 triliun yang belum terealisasi akibat kendala perizinan. Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, mengatakan hambatan tersebut berkaitan dengan proses Amdal, tata ruang, hingga kebijakan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).


REI berencana mengirim surat resmi kepada sejumlah kementerian, termasuk Kementerian ATR/BPN, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Keuangan, hingga BKPM, untuk mendorong percepatan penyelesaian hambatan tersebut.


“Kami laporkan ke pemerintah bahwa ada investasi Rp34,5 triliun yang tertunda,” ujar Joko.


 
 
 

Komentar


bottom of page