Lahan Jadi Hambatan Utama Program 3 Juta Rumah, AHY Dorong Skema Hunian Vertikal
- Erfendi
- 17 Mar
- 2 menit membaca

JAKARTA, JPI - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan persoalan ketersediaan lahan masih menjadi tantangan utama dalam merealisasikan Program 3 Juta Rumah.
Menurut AHY, isu pertanahan tidak hanya menyangkut ketersediaan fisik lahan, tetapi juga memastikan statusnya bebas sengketa dan siap dibangun (clean and clear). Hal ini membutuhkan koordinasi lintas kementerian yang kompleks dan memakan waktu.
Ia menjelaskan, integrasi dilakukan bersama Kementerian ATR/BPN, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, hingga Kementerian Transmigrasi untuk memastikan kesiapan lahan yang dapat langsung dimanfaatkan.
“Permasalahan utama selalu lahan. Bagaimana menyiapkan lahan yang benar-benar siap pakai dan tidak bermasalah,” ujar AHY dalam agenda pencanangan pembangunan hunian di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Di tengah keterbatasan lahan, khususnya di kawasan perkotaan, pemerintah mendorong pengembangan hunian vertikal berbasis konsep Transit Oriented Development (TOD). Pendekatan ini dinilai paling relevan untuk menjawab tren urbanisasi yang terus meningkat.
AHY mengungkapkan, sekitar 70% populasi global ke depan akan terkonsentrasi di wilayah perkotaan, termasuk di Indonesia. Kondisi tersebut menuntut perubahan pendekatan pembangunan perumahan dari horizontal ke vertikal.
“Negara maju dan kota modern sudah mengadopsi konsep TOD. Dengan keterbatasan lahan, maka pendekatan yang paling rasional adalah hunian vertikal,” jelasnya.
Dalam konteks ini, pemerintah juga mulai mengoptimalkan pemanfaatan aset strategis milik badan usaha milik negara (BUMN), khususnya di sektor transportasi. AHY secara khusus mengapresiasi langkah PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang membuka peluang pemanfaatan lahannya untuk pembangunan hunian.
Salah satu proyek yang tengah disiapkan berada di kawasan Manggarai, dengan luas sekitar 2,2 hektare. Di atas lahan tersebut, direncanakan pembangunan delapan tower hunian yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.200 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Di Manggarai akan dibangun delapan tower dengan kapasitas kurang lebih 2.200 unit. Ini diharapkan bisa segera direalisasikan,” kata AHY.
Pemerintah menilai, optimalisasi lahan milik negara di lokasi strategis menjadi salah satu kunci untuk mempercepat penyediaan hunian di tengah kota, sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Dengan pendekatan integratif dan pemanfaatan aset yang lebih produktif, program 3 juta rumah diharapkan tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga mampu menghadirkan hunian yang terjangkau, terhubung, dan berkelanjutan di kawasan perkotaan.




Komentar