top of page

KEK ETKI Banten Ciptakan Efek Domino Ekonomi Berbasis Pengetahuan

Diskusi Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten
Diskusi Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten

BSD City, JPI - Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (KEK ETKI) Banten dinilai berpotensi menciptakan efek domino ekonomi (ripple effect) yang luas, tidak hanya dalam bentuk peningkatan investasi tetapi juga dalam penguatan ekosistem inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pertumbuhan ekonomi kawasan yang berkelanjutan.


Kepala Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK ETKI Banten Lindawaty Chandra mengatakan, keberadaan KEK ETKI Banten dirancang untuk menjadi katalis transformasi menuju ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based economy).


“KEK ETKI Banten tidak hanya bertujuan menarik investasi, tetapi juga membangun ekosistem terintegrasi yang mendorong pengembangan sumber daya manusia, riset, serta inovasi lintas sektor,” ujar Lindawaty.


KEK ETKI Banten resmi dideklarasikan oleh pemerintah pada 7 Oktober 2024 dan menjadi satu-satunya Kawasan Ekonomi Khusus di wilayah Jakarta Raya. Kawasan ini berlokasi di BSD City dan memiliki luas total 60 hektare yang terbagi dalam dua area pengembangan.


Fokus utama kawasan ini berada pada empat sektor strategis, yaitu pendidikan, teknologi, industri kreatif, dan kesehatan.


Ekosistem Inovasi Terintegrasi


KEK ETKI Banten dirancang untuk menghadirkan ekosistem yang mengintegrasikan institusi pendidikan, pusat riset, fasilitas medis, serta perusahaan berbasis teknologi dalam satu kawasan.


Sejumlah institusi telah mulai beroperasi di kawasan ini, di antaranya Monash University, BINUS University, Alpha IVF, Stemcord, Fuji Academy, serta berbagai klinik dan fasilitas medis internasional.


Selain itu, pengembangan fasilitas kawasan juga terus berlangsung. Beberapa proyek yang tengah berjalan antara lain Medical Suites yang ditargetkan rampung pada September 2026 serta unit komersial Powell yang dijadwalkan diserahterimakan pada April 2026.


Sementara itu, fasilitas Biomedical Campus yang terdiri dari Knowledge Tower dan Science Tower telah beroperasi penuh untuk mendukung kegiatan riset, pendidikan, serta layanan kesehatan.


Memperkuat Ekonomi Kawasan


Lindawaty menjelaskan, kehadiran KEK ETKI Banten juga memperkuat ekosistem kawasan BSD City yang selama ini berkembang sebagai kota mandiri.

Menurutnya, aktivitas ekonomi berbasis pendidikan, teknologi, dan kesehatan akan menciptakan basis ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi kawasan.


“Dengan adanya kegiatan riset, pendidikan, dan layanan kesehatan di dalam kawasan, pertumbuhan properti dan ekonomi kawasan menjadi lebih resilient karena ditopang aktivitas ekonomi nyata,” kata Lindawaty.


Potensi Pasar yang Besar


Dari sisi demografi, kawasan sekitar BSD memiliki potensi pasar yang signifikan. Dalam radius sekitar 10 kilometer, terdapat sekitar 2,2 juta penduduk yang menjadi captive market bagi aktivitas di dalam kawasan.


Seiring dengan pengembangan wilayah BSD City di masa depan, populasi di kawasan ini diproyeksikan dapat mencapai hingga 4,5 juta jiwa dalam 30 tahun ke depan.

Pertumbuhan populasi tersebut diperkirakan akan semakin memperkuat kebutuhan terhadap layanan pendidikan, teknologi, dan kesehatan yang menjadi fokus utama KEK ETKI Banten.


Didukung Infrastruktur dan Insentif


Keunggulan lain dari KEK ETKI Banten adalah lokasinya yang strategis dengan aksesibilitas tinggi. Kawasan ini terhubung dengan berbagai moda transportasi publik seperti KRL, bus umum, serta shuttle bus kawasan, serta memiliki akses mudah ke jaringan jalan tol di wilayah Jabodetabek.


Selain itu, kawasan ini juga memperoleh berbagai fasilitas fiskal dan nonfiskal yang diatur melalui Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 2021 serta PMK No. 237 Tahun 2020, serta dukungan regulasi dari Kementerian Kesehatan.


Dengan berbagai dukungan tersebut, KEK ETKI Banten diharapkan mampu meningkatkan daya saing nasional sekaligus memperkuat ekosistem riset dan inovasi di Indonesia.


Selain itu, kehadiran institusi pendidikan dan layanan kesehatan berstandar internasional juga diharapkan dapat mengurangi arus keluar devisa yang selama ini terjadi ketika masyarakat Indonesia memilih layanan pendidikan dan kesehatan di luar negeri.


“Kami berharap KEK ETKI Banten dapat menjadi pusat pengembangan ekosistem pendidikan, teknologi, dan kesehatan yang mampu mendorong daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Lindawaty.


 
 
 

Komentar


bottom of page