JLL: Investasi Properti Komersial Asia Pasifik Naik 15 Persen, Indonesia Tetap Menarik
- Erfendi
- 12 Jan
- 2 menit membaca
Diperbarui: 13 Jan

JAKARTA, JPI - Di tengah perlambatan pasar properti residensial, investasi pada segmen properti komersial seperti pusat bisnis, ruko, kawasan industri, pergudangan, dan pusat belanja diproyeksikan tetap menunjukkan pertumbuhan positif.
Country Head Jones Lang LaSalle (JLL) Indonesia, Farazia Basarah, mengungkapkan bahwa pasar real estate komersial (commercial real estate/CRE) di kawasan Asia Pasifik mencatat kenaikan signifikan. Berdasarkan riset JLL, nilai investasi CRE di Asia Pasifik meningkat 15% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada kuartal II/2025 menjadi US$31,2 miliar atau setara Rp517 triliun.
Dari data tersebut, Indonesia dinilai masih menjadi salah satu tujuan utama investasi di Asia Tenggara, terutama pada sektor manufaktur dan industri.
āPasar real estate komersial Indonesia tetap menarik bagi investor, khususnya di sektor manufaktur dan industri,ā ujar Farazia dalam riset yang dikutip, Sabtu (11/1/2026).
Meski demikian, JLL mencatat bahwa pelaku pasar kini cenderung lebih berhati-hati dalam menempatkan dananya. Investor menjadi lebih selektif seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi global maupun domestik.
Executive Director JLL Indonesia, Vivin Harsanto, menjelaskan bahwa dalam situasi pasar yang masih berada pada fase wait and see, segmen menengah atas justru menunjukkan daya tahan yang relatif kuat. Aktivitas transaksi di properti komersial tetap berjalan, terutama di kawasan kota mandiri.
Ia menambahkan, para pengembang kota mandiri saat ini terus memperluas porsi kawasan komersial dengan menghadirkan ruko, pusat bisnis, area kuliner, hingga fasilitas hiburan. Langkah ini diambil untuk menjawab minat pasar yang masih cukup solid di segmen tersebut.
āPengembangan area komersial dengan produk yang menyasar segmen menengah atas masih diminati investor,ā kata Vivin.
Sejalan dengan itu, Direktur Paramount Land, Chrissandy Dave, menyebutkan bahwa aktivitas bisnis di kawasan Gading Serpong menunjukkan tren yang positif. Berdasarkan data dari akun media sosial Gading Serpong Update, sepanjang 2025 tercatat lebih dari 1.464 bisnis baru dibuka.
Selain itu, sejumlah area komersial unggulan seperti Grand Boulevard Aniva Studio Loft, Maggiore Fresh Market, hingga Maggiore Signature East menunjukkan tingkat serapan pasar yang baik.
āPerforma positif ini tercermin dari tingkat okupansi yang solid dan minat investor yang tetap konsisten,ā ujarnya.
Melihat dinamika tersebut, strategi pengembang kota mandiri ke depan akan difokuskan pada pemilihan kategori bisnis yang mampu menjadi magnet bagi pengunjung, pelaku usaha, maupun investor.
āUntuk menjawab kebutuhan pasar, kami juga akan segera meluncurkan area komersial dengan konsep baru,ā imbuh Chrissandy.
Sementara itu, Presiden Direktur Paramount Enterprise, M. Nawawi, mengakui bahwa dalam kondisi ekonomi yang menantang saat ini, masyarakat semakin selektif dalam memilih produk properti komersial, baik untuk kebutuhan usaha maupun investasi.
Menurutnya, investor kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan dana dan hanya memilih produk yang dianggap memiliki prospek jangka panjang.




Komentar