top of page

BP Tapera dan Gojek Perluas Akses KPR Subsidi, Lebih dari 3.000 Driver Antre Miliki Rumah

  • Gambar penulis: Erfendi
    Erfendi
  • 4 hari yang lalu
  • 2 menit membaca
BP Tapera Bidik Pekerja Informal, Program KPR Subsidi Gojek Catat Ribuan Peminat
BP Tapera Bidik Pekerja Informal, Program KPR Subsidi Gojek Catat Ribuan Peminat

JAKARTA, JPI – Upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi pekerja sektor informal mendapat respons positif. Kerja sama antara Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) untuk menyediakan akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) langsung disambut antusias oleh para Mitra Driver Gojek.


Tingginya minat tersebut terlihat dari jumlah calon penerima manfaat yang terus bertambah. Hingga awal Juli 2026, sebanyak 125 Mitra Driver telah siap memasuki tahap akad kredit, sementara lebih dari 3.000 pengemudi lainnya tengah menjalani proses administrasi, mulai dari verifikasi data, pemeriksaan riwayat kredit, hingga tahapan kelayakan pembiayaan.


Global Head of Government Affairs and Public Policy Gojek, Dian Sinto Eko Putri, mengatakan antusiasme tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan hunian layak masih sangat besar di kalangan pekerja sektor informal.


Menurutnya, Gojek memprioritaskan Mitra Juara, yakni pengemudi dengan performa terbaik berdasarkan konsistensi pelayanan dan produktivitas, untuk mengikuti program tersebut.

Agar pembayaran cicilan lebih mudah dikelola, Gojek menerapkan mekanisme direct debit melalui pemotongan harian dari pendapatan mitra. Skema ini dinilai lebih sesuai dengan karakteristik penghasilan pengemudi yang bersifat dinamis sehingga beban pembayaran tidak menumpuk pada akhir bulan.


Besaran angsuran diperkirakan berada pada kisaran Rp1,1 juta hingga Rp1,2 juta per bulan, bergantung pada lokasi dan harga rumah subsidi yang dipilih.

Program tersebut berlaku secara nasional, meski hingga kini permintaan terbesar masih berasal dari wilayah Jawa, Bali, dan Jabodetabek.


Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan perumahan bagi kelompok pekerja informal yang selama ini memiliki keterbatasan memperoleh KPR.


Pada 2026, pemerintah menyediakan sekitar 350.000 kuota KPR Sejahtera FLPP. Dari jumlah tersebut, BP Tapera meminta seluruh bank penyalur mengalokasikan sedikitnya 15 persen bagi pekerja sektor informal, termasuk pengemudi transportasi daring.

Menurut Sid, kebijakan tersebut bukan merupakan kuota khusus bagi Mitra Driver Gojek, melainkan peluang yang terbuka bagi seluruh pekerja informal yang memenuhi persyaratan sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).


Untuk semakin meringankan beban pembelian rumah, BP Tapera bersama asosiasi pengembang juga menghadirkan skema DP 0 persen. Dalam mekanisme tersebut, uang muka sebesar satu persen yang sebelumnya menjadi kewajiban konsumen akan ditanggung oleh pengembang, sehingga calon pembeli tidak perlu menyediakan dana awal.


Sementara itu, fasilitas KPR Sejahtera FLPP tetap menggunakan bunga tetap sebesar 5 persen, sehingga memberikan kepastian besaran cicilan selama masa kredit dan membuat pembiayaan lebih terjangkau.


Pasca penandatanganan kerja sama, BP Tapera dan Gojek akan memperluas sosialisasi kepada jutaan Mitra Driver di berbagai daerah melalui berbagai kanal komunikasi agar semakin banyak pekerja sektor informal memanfaatkan kesempatan memiliki rumah pertama.


Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses pembiayaan perumahan, tetapi juga memperkuat inklusi keuangan sekaligus mendukung percepatan Program Tiga Juta Rumah melalui keterlibatan aktif sektor swasta dalam memperluas kepemilikan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah.


 
 
 

Komentar


bottom of page